Berbeda dengan teknik membatik tulis atau batik lainnya yang membutuhkan
alat membatik berupa canting, dalam belajar membatik jumputan dengan cara ikat
dan cara jahitan alat yang dibutuhkan yaitu berupa benang atau tali rafia. Menurut
sejarah, teknik celup ikat berasal dari tiongkok dan diperkenalkan ke nusantara
oleh orang-orang india melalui misi perdagangan. Jika pada batik tulis, proses
perintangan warna dilakukan dengan alat membatik atau bahan berbentuk malam/lilin
yang ditulis dengan alat membatik berupa canting, maka pada Batik Jumputan yang
alat membatik yang dipergunakan sebagai perintang warna adalah tali rafia /
karet / benang yang diikatkan pada kain. Batik Jumputan mempunyai Nilai Seni
tersendiri. Keanggunan corak dan warna sangat dipengaruhi oleh ketrampilan
pengrajin. Hasil corak dan warna yang timbul sangat bergantung pada bahan baku
kain, cara, kreasi dan zat warna yang dipergunakan sebagai alat membatik. Berbagai
jenis hasil karya yang dihasilkan dan beragam pula kegunaannya, mulai dari
komponen utama tradisi pernikahan di Tanah Jawa hingga bahan baku kemeja dan
dreascode kedaerahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar